Sabtu, 03 April 2010

-SALSABILLA 8—KIRANA-


Bismillahirahmahmaannirrohiim…

In the Name of Allah..

The Most gracious…The Most Merciful…




Hal yang berhasil hamba pelajari dari hubungan ini adalah..

…IKHLAS…

Demi Allah…

Hamba ikhlas mencintainya Ya Rahiim..

Hamba ikhlas ketika sms hamba tak dijawabnya…berhari-hari…atau telepon yang dijawab dengan nada malas-malasan…

Hamba ikhlas ketika lelaki junjungan hamba itu tak lagi transfer ilmu dan canda apalagi kata cinta..

Hamba sudah ikhlas ketika mendengar kabarnya justru melalui kawan

Hamba mencoba selalu berbaik sangka, mungkin beliau sedang dalam masa transisi untuk menjadi pria dewasa..

Dalam keterkejutan…

Hamba pun ikhlas ketika suatu hari dibulan Maret lalu

dia ingin mengakhiri tali cinta ini…

hamba menangis..ya..tapi hamba belajar ikhlas..

Ijinkan hamba bersabar bila ia memang untuk hamba Ya Allah…

Tiada yang ingin kulihat selain kebahagiaanya…

Sungguh Hamba ikhlas Ya Allah..

Bila dengan berpisah membuatnya lebih bahagia…


(…to be continued..)

-SALSABILLA 9—KIRANA-



Bismillahirahmahmaannirrohiim…
In the Name of Allah..
The Most gracious…The Most Merciful…




Dear Al Mu’iid,

Engkaulah
yang Maha Mengembalikan...

Tak ada yang menyuruhnya untuk datang kembali malam itu Tak ada yang meminta padanya untuk merasa kehilangan dan tak ada yang memohonnya tuk peluk jiwa dan hati yang sudah hancur berkeping-keping ini …

Tapi ia lakukan itu…


foto yang kurobek jadi serpihan dia kumpulkan dan simpan..
kuyakinkan diri dengan menatap mata coklatnya..

Ya…
kenapa masih kulihat cinta di jendela h
atinya?
benarkan Al Jaami’ yang menginginkan hati ini berkumpul kembali?
Dan ku terenyuh lalu mengangguk...
mengijinkannya memeluk hati lagi
ntah terbuat
dari apa hati yang kupunya…
(…to be continued..)

-SALSABILLA 10—KIRANA-


Bismillahirahmahmaannirrohiim…

In the Name of Allah..

The Most gracious…The Most Merciful…


Dear Al Qoodir,

Engkau lah yang menentukan segalanya…

Dan hamba hanya jiwa yang berusaha,

Beberapa minggu kemudian,

dia hempaskan aku lagi..entah mengapa..

lagi-lagi d

alam diamnya…dalam marahnya…

mengatasnamakan kesibukkannya, Ya Allah…

Cukup…

Cukup…

Cukupnya Kau memberiku kekuatan Ya Qowiiy…

Lalu Lapangkan hatiku Ya Baasith…

Tapi cukup…

aku tak sanggup…


(…to be continued..)

-SALSABILLA 11—KIRANA-

Bismillahirahmahmaannirrohiim…
In the Name of Allah..
The Mos
t gracious…The Most Merciful…



Tuhan…
Aku tak meminta jadi nyonyanya secepatnya, walau itu pun ingin hati kecilku
Aku hanya meminta dia mencintaiku seperti dulu…

aku mampu menunggu,
Aku sanggup menunggu

Tapi dia yang tak mampu menjaga cintaku…
Dia yang menyerah…aku tidak…!

Tanyakan pada episode apa aku pernah menyerah!

Ternyata di detik dia tak bisa menjawab,
“masih membutuhkanku atau tidak???”




(…to be continued..)

-SALSABILLA 12—KIRANA-





Bismillahirahmahmaannirrohiim…
In the Name of Allah..
The Most gracious…The Most Merciful…


maafkan hamba Ya Allah…
ijinkan hamba marah dengan santun,
Hamba layak dapatkan pria yang mampu mencintai setulus hati
Seperti mas yang dulu mencintaiku…
Jadi kumohon…
….berapa pun besarnya rasa cinta dihatiku untuknya…

Cabut…!

dan ambil kembali kasih sayang untuk lelaki junjunganku itu…
Tak pernah sedikit pun Mas bersyukur atas cinta yang kujaga ini,
Tak pernah sedikit pun Mas bersyukur atas keberadaanku…

sudah cukup sia-sia selama ini kuturuti kata hatiku…
bahkan teganya ia berkata bukan aku!
Bagaimana bisa Suara hatiku bilang kamulah belahan jiwaku!
bagaimana hati kecilku bisa sangat bersikeras bilang dialah tubuhku?!
Bila rusuk ini saja selalu terbengkalai layaknya sampah yang teronggok di tepi…

ya…

mungkin baginya,
cinta yang kupunya memang sampah…

sudah saatnya tak mendengar suara hati…
cukup aku dan sajadahku...

sudah...
cukup…aku letih...

…..pergilah dari takdirku…

(…to be continued..)

-SaLsaBiLLa 13—*KIRANA*


Bismillahirahmahmaannirrohiim…

In the Name of Allah.. The Most gracious…The Most Merciful…



“berikan lelakiku kebahagiaan Ya Allah..

berikan kesejahteraan dan kedamaian dalam hidupnya,

yang tak bisa kuberikan saat ia bersamaku.

terima kasih Ya Rahmaan...aku pernah dicintai laki-laki sebaik itu...

terima kasih Ya Rahiim...atas segala perhatian, sorot mata dan kehangatan cintanya selama ini,

sungguh ia kan selamanya istimewa dihatiku,

aku tahu sebenarnya dia baik dan sangat penyayang,

tapi mungkin saat ini tak bisa ia berikan lagi untukku,

dan aku tak sanggup tuk hadapi lagi…

kalau dia mau aku, dia tahu bagaimana mempertahankanku....

maafkan aku yang tak kan pernah bisa lagi mendampinginya...


Ya Dzal Jalaali Wal Ikroom

…kuatkan hatiku atas hilangnya ia dari takdirku…”

-2 April -

“huuft..bego…dasar wanita..sudah pun diperlakukan begini..

masih juga tak bisa membencinya, kalo aku sih sudah benar-benar kutinggalkan”, batin Kiran kesal. Menutup buku tebal berdebu yang belum selesai dibacanya.

Sebuah buku harian lawas berwarna hitam klasik setebal tiga cm. Entah milik siapa, itu bukan tulisan ayah atau pun bundanya. Tiga hari yang lalu Ia menemukan buku itu di kardus gudang rumah. Pindahan rumah baru orang tuanya benar-benar menyita tenaga.

“ kiran..”,

sebuah suara lembut menyapanya, Kiran tersentak, lalu dengan tergesa-gesa ia memasukkan buku itu kebawah bantalnya, dan menoleh ke belakang, Kiran tersenyum,

“ eh..bunda..”,

seorang wanita anggun paruh baya menghampirinya.

“ Yuk..maem..ayah dah nungguin tuh dibawah, abis maem katanya mo nemenin ayah nonton bola..uuhhmm..apa itu tim favorit kalian..inter yah..” kata bunda, Kiran nyengir sambil mengangguk.

Wanita berjilbab itu mengelus rambut panjang Kiran. Kiran pun beranjak sambil melirik buku di bawah bantal yang menyumbul sedikit, ”mmmh..gak bakal keliatan deh” ,batinnya,

“ Yuk kebawah bun…”

Kiran mendahului bundanya dengan setengah berlari ke bawah. Dibawah, ayahnya sedang menunggu sembari membaca Koran bola favoritnya.

Bunda hendak beranjak dari tempat tidur Kiran, namun tiba-tiba tatapannya tertuju pada ujung buku dibawah bantal, mmh…seperti sesuatu yang dahulu sangat akrab dengannya.

Perlahan di raihnya, sang bunda pun terkejut,

“Astagfirullah!”, pekiknya terkejut melihat buku ditangannya.

Di baliknya buku itu lalu di dapatkannya sebuah nama yang dulu akrab di hidupnya,

……---SALSABILLA---….

tanpa sadar air matanya pun menetes.

“…buku harianku…”lirihnya,

* THE END*

Kamis, 01 April 2010

itu kamu.......SIAL!



kau bilang "jangan" saat ku ingin beranjak pergi...
dua kali kau katakan sayang..
kuharap ingatanmu masih belum rusak....
dan entah mengapa..
kuturuti maumu...

namun ada ku disini pun tak membuatmu memeluk hatiku..

tingkahmu membuatku sedih...

lalu apa maunya kamu menjadikanku pendamping hatimu kini?

bila dahagaku tak jua bisa kau tuntaskan..
aku seperti mayat hidup
yang bergantung pada cinta dan keyakinan yang kupunya
keyakinan dan cinta yang makin lama kurasa makin membodohiku...
entah apa yang kuperoleh darimu..
cinta? hangat dan canda?
cih..beribu tahun tak pernah tersentuh kata-kata itu..
lalu apa??
dan ku pun tak tahu,
apa yang kupertahankan darimu...
sesuatu dalam hatiku....bilang..
....
......."itu kamu"...
.......................................................SIAL!.....................