Tampilkan postingan dengan label saLsabiLLA the series. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label saLsabiLLA the series. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 April 2010

SALSABILLA 1--KIRANA-

Bismillahirahmahmaannirrohiim…
In the Name of Allah..
The Most gracious…The Most Merciful…



Dear Allah...
Segala puji bagiMU ya Allah, Tuhan semesta alam. Yang menghamparkan bumi dan meninggikan langit tanpa tiang,

Salam dan shalawat teruntuk baginda Rasulullah Muhammad SAW dan keluarganya.
Perjuangan cinta beliaulah yang membawaku mengenalMU.
Terima kasih ya Habibballah…

Ini surat kesekianku Ya Rahmaan,
kuharap Engkau tak pernah bosan membacanya…

Hampir semua isi suratku terdahulu berisi ungkapan meminta pengampunanMU dan permohonan atas permintaan-permintaan dunia & akhiratku.
Kali ini sedikit istimewa Ya Rabb…
kuyakin Kau tahu itu bahkan sebelum kutulis surat cinta ini untukMU.

Dear Ar Rahmaan..
terima kasih atas segala cintaMU melalui orang-orang disekelilingku,atas keluargaku, atas cinta yang datang dan pergi melukai hati, atas teman teman yang menyayangiku dan atas jiwa-jiwa yang tak begitu menyukaiku, Aku bersyukur..sangat bersyukur atas semua itu..
terlebih atas cinta lelakiku…


(…to be continued..)

- SALSABILLA 2- KIRANA-



Bismillahirahmahmaannirrohiim…

In the Name of Allah..

The Most gracious…The Most Merciful…






my Beloved Ar Rahiim…

Ini tentang perjuanganku mencari jalan cintaMu, Pencarian imam yang mampu mengikatkan hatiku padaMu, Penyempurnaan setengah dien yang sangat kudamba, Aku mencintainya karna kasih dan cinta yang dia beri …Tidak..tidak dari fisik atau pun wajahnya yang tampan, Aku mencintainya karna mampu menyejukkan jiwaku, memimpin hati dan menundukkan keegoisanku…sangat bersyukur atas keberadaanku dihatinya, Sangat bersyukur bahwa mata dan senyum cintanya tertuju padaku. Sungguh ia sangat berharga di hidupku…

Terima kasih Ya Rahiim…

Engkaulah yang menggenggam jiwaku…Dan KAU pun Yang Maha Tahu siapa pria yang kuberi kehormatan menjadi raja dihatiku…Selama ini kujaga kesucian cintaku, Sepanjang puluhan kilometer berjarak darinya, Kujaga dia dihatiku, calon imamku, calon junjunganku…

Yang berniat menyempurnakan setengah diennya denganku…

Insyaallah…

(…to be continued..)

-SALSABILLA 3—KIRANA-



Bismillahirahmahmaannirrohiim…
In the Name of Allah..
The Most gracious…The Most Merciful…








Dear Al Wakiil,
mendampinginya saat ini adalah amanah dariMu…
melayani hatinya yang senang, sedih, gundah bahkan marah...
berbagi mimpi dan impian,
saat ini dia sedang berusaha menyebarkan nama-nama muliaMu…
bagaimana mungkin aku marah Ya Allah…
saat ini 24 jam waktunya untukMU pun hamba rela,
tak kan memintanya berbagi denganku walau sedetikpun,
aku bangga padanya,
sungguh mulia dan tinggi ia dimataku,
hamba bersyukur atas cinta ini Ya Kariim….


(…to be continued..)

-SALSABILLA 4—KIRANA-


Bismillahirahmahmaannirrohiim…

In the Name of Allah..

The Most gracious…The Most Merciful…







Dear Al Muhaimin, Al Hafiizh…

Seiring berjalan waktu, Seiring terbentang jarak,

Hamba mulai merasakan perubahan itu,

Penarikan diri dan diam yang amat dalam

Dan itu menarikku dalam putaran kebingungan yang amat sangat,

Ada apa ini????!

Seorang wakil Ar Rahmaan Ar Rahiim tiba-tiba berubah menjadi wakil Adh Dhaar dalam waktu singkat,ah..mungkin ini ujian cintaku..

kau bilang hanya butuh waktu tuk menyendiri..

Baik..kuberi..namun tidak selama ini

Ini…sudah berbulan-bulan sayang…

Sekarang ditambah dengan kabar murahan yang justru dihembus kawan-kawan kami Ya Syahiid, Kau menyaksikan sendiri bukan, berawal dari canda mereka..

Ya Rabb…

Sedihnya...betapa tak dihargainya cintaku, dan kala itu kubangun sabar seorang diri karna dia tak menguatkan hatiku… Tapi ku percaya kata-katanya Ya Khabiir,ketika ia katakan tidak dan bilang masih menyayangiku.

maafkan ketidakmampuanku Ya Rabb

...atas tubuhku yang sedang jauh darinya…

atas ketidakberdayaanku menjaga hatinya…

atau kah sebenarnya ia yang tak menjaga hatiku? Entahlah…

hanya Al Fatihah yang mampu kuberi setelah shalatku untuknya..

(…to be continued..)

-SALSABILLA 5—KIRANA-

Bismillahirahmahmaannirrohiim…
In the Name of Allah..
The Most gracious…The Most Merciful…








Dear Al Muhaimin…
sekuat tenaga ku memelihara dan menjaga cinta
yang telah KAU anugerahkan pada kami,
namun Maafkan hamba…
Cukup 8 purnama hati ini terlunta-lunta..

Namun lelakiku tak kunjung kembali menyapa hati,
Tak pernah kembali seperti dulu…
Tak ada lagi tatapan lembut ketika bersua,
tak ada genggaman tangan yang hangat lagi..
namun lelakiku pun enggan melepasku..

aku mencintainya…dan aku belajar bersabar…
menganggap ini ujian cinta dariMU…
dulu pernah ku terpuruk dan marah pada cinta yang lama,
Dan lebih memilih kehilangannya..
Ternyata menyakitkan..sangat menyakitkan..
Dan sejak itu aku tak ingin menyerah lagi…
Aku tak ingin kehilangan lagi…
Dulu aku lupakan satu hal penting dalam menjalin hubungan,
Sabar…sabar...sabar…
(…to be continued..)

-SALSABILLA 6—KIRANA-



Bismillahirahmahmaannirrohiim…

In the Name of Allah..

The Most gracious…The Most Merciful…






Dear Ash Shobuur,

setengah tahun lebih hamba bersabar Ya Shabuur..

hanya Kau yang tahu betapa sering dia lukai hati.,

dan membiarkan ku menangis dan sendiri...

tapi aku bertahan…bersabar…


pernah beberapa pria datang memintaku menemani hidupnya…

namun aku tetap pada komitmenku dan lelakiku…

pada komitmen yang abu-abu dan lelakiku yang hilang timbul ..


(…to be continued..)




-SALSABILLA 7—KIRANA-


Bismillahirahmahmaannirrohiim…

In the Name of Allah..
The Most gracious…The Most Merciful…










Ya Wakiil…
Mulai hari ini kukembalikan amanahMU itu…
telah kuletakkan cintanya di tanganku tuk kembalikan padaMu,

Hamba tak sanggup lagi memanggulnya,
Maaf saat ini Tak sanggup lagi melayani diam hatinya,
Maaf saat ini hamba tak sanggup menyelami kelam jalan fikirnya
Maafkan diri ini yang tak sanggup mendengar kata-kata kerasnya…
Dan Maafkan diri ini yang tak sanggup mengamalkan seluruh nama-namaMU dalam hubungan ini Ya Rabb…

Hamba sudah berusaha Ya Allah…
Sangat berusaha…KAU tahu sendiri itu..
Berbekal nama-namaMU kulayani hatinya,
candanya..bosannya…marahnya..diamnya…
namun rasa kasih dan sayang hamba selalu bertemu dengan dinding es nya yang tebal.

Selalu bemohon padaMU
..sabarkan wanita ini Ya Shabuur..
Selalu bermohon pada Al Adl dan Al Hakam
untuk keadilan dan kebijaksanaan..
Sesuatu yang hingga detik ini hamba masih mencari-cari…
bilakah hamba berbuat tak adil dan tak bijaksana pada lelaki itu…?
ampuni ketidaksempurnaan hamba Ya Afuuw..

(…to be continued..)

-SALSABILLA 8—KIRANA-


Bismillahirahmahmaannirrohiim…

In the Name of Allah..

The Most gracious…The Most Merciful…




Hal yang berhasil hamba pelajari dari hubungan ini adalah..

…IKHLAS…

Demi Allah…

Hamba ikhlas mencintainya Ya Rahiim..

Hamba ikhlas ketika sms hamba tak dijawabnya…berhari-hari…atau telepon yang dijawab dengan nada malas-malasan…

Hamba ikhlas ketika lelaki junjungan hamba itu tak lagi transfer ilmu dan canda apalagi kata cinta..

Hamba sudah ikhlas ketika mendengar kabarnya justru melalui kawan

Hamba mencoba selalu berbaik sangka, mungkin beliau sedang dalam masa transisi untuk menjadi pria dewasa..

Dalam keterkejutan…

Hamba pun ikhlas ketika suatu hari dibulan Maret lalu

dia ingin mengakhiri tali cinta ini…

hamba menangis..ya..tapi hamba belajar ikhlas..

Ijinkan hamba bersabar bila ia memang untuk hamba Ya Allah…

Tiada yang ingin kulihat selain kebahagiaanya…

Sungguh Hamba ikhlas Ya Allah..

Bila dengan berpisah membuatnya lebih bahagia…


(…to be continued..)

-SALSABILLA 9—KIRANA-



Bismillahirahmahmaannirrohiim…
In the Name of Allah..
The Most gracious…The Most Merciful…




Dear Al Mu’iid,

Engkaulah
yang Maha Mengembalikan...

Tak ada yang menyuruhnya untuk datang kembali malam itu Tak ada yang meminta padanya untuk merasa kehilangan dan tak ada yang memohonnya tuk peluk jiwa dan hati yang sudah hancur berkeping-keping ini …

Tapi ia lakukan itu…


foto yang kurobek jadi serpihan dia kumpulkan dan simpan..
kuyakinkan diri dengan menatap mata coklatnya..

Ya…
kenapa masih kulihat cinta di jendela h
atinya?
benarkan Al Jaami’ yang menginginkan hati ini berkumpul kembali?
Dan ku terenyuh lalu mengangguk...
mengijinkannya memeluk hati lagi
ntah terbuat
dari apa hati yang kupunya…
(…to be continued..)

-SALSABILLA 10—KIRANA-


Bismillahirahmahmaannirrohiim…

In the Name of Allah..

The Most gracious…The Most Merciful…


Dear Al Qoodir,

Engkau lah yang menentukan segalanya…

Dan hamba hanya jiwa yang berusaha,

Beberapa minggu kemudian,

dia hempaskan aku lagi..entah mengapa..

lagi-lagi d

alam diamnya…dalam marahnya…

mengatasnamakan kesibukkannya, Ya Allah…

Cukup…

Cukup…

Cukupnya Kau memberiku kekuatan Ya Qowiiy…

Lalu Lapangkan hatiku Ya Baasith…

Tapi cukup…

aku tak sanggup…


(…to be continued..)

-SALSABILLA 11—KIRANA-

Bismillahirahmahmaannirrohiim…
In the Name of Allah..
The Mos
t gracious…The Most Merciful…



Tuhan…
Aku tak meminta jadi nyonyanya secepatnya, walau itu pun ingin hati kecilku
Aku hanya meminta dia mencintaiku seperti dulu…

aku mampu menunggu,
Aku sanggup menunggu

Tapi dia yang tak mampu menjaga cintaku…
Dia yang menyerah…aku tidak…!

Tanyakan pada episode apa aku pernah menyerah!

Ternyata di detik dia tak bisa menjawab,
“masih membutuhkanku atau tidak???”




(…to be continued..)

-SALSABILLA 12—KIRANA-





Bismillahirahmahmaannirrohiim…
In the Name of Allah..
The Most gracious…The Most Merciful…


maafkan hamba Ya Allah…
ijinkan hamba marah dengan santun,
Hamba layak dapatkan pria yang mampu mencintai setulus hati
Seperti mas yang dulu mencintaiku…
Jadi kumohon…
….berapa pun besarnya rasa cinta dihatiku untuknya…

Cabut…!

dan ambil kembali kasih sayang untuk lelaki junjunganku itu…
Tak pernah sedikit pun Mas bersyukur atas cinta yang kujaga ini,
Tak pernah sedikit pun Mas bersyukur atas keberadaanku…

sudah cukup sia-sia selama ini kuturuti kata hatiku…
bahkan teganya ia berkata bukan aku!
Bagaimana bisa Suara hatiku bilang kamulah belahan jiwaku!
bagaimana hati kecilku bisa sangat bersikeras bilang dialah tubuhku?!
Bila rusuk ini saja selalu terbengkalai layaknya sampah yang teronggok di tepi…

ya…

mungkin baginya,
cinta yang kupunya memang sampah…

sudah saatnya tak mendengar suara hati…
cukup aku dan sajadahku...

sudah...
cukup…aku letih...

…..pergilah dari takdirku…

(…to be continued..)

-SaLsaBiLLa 13—*KIRANA*


Bismillahirahmahmaannirrohiim…

In the Name of Allah.. The Most gracious…The Most Merciful…



“berikan lelakiku kebahagiaan Ya Allah..

berikan kesejahteraan dan kedamaian dalam hidupnya,

yang tak bisa kuberikan saat ia bersamaku.

terima kasih Ya Rahmaan...aku pernah dicintai laki-laki sebaik itu...

terima kasih Ya Rahiim...atas segala perhatian, sorot mata dan kehangatan cintanya selama ini,

sungguh ia kan selamanya istimewa dihatiku,

aku tahu sebenarnya dia baik dan sangat penyayang,

tapi mungkin saat ini tak bisa ia berikan lagi untukku,

dan aku tak sanggup tuk hadapi lagi…

kalau dia mau aku, dia tahu bagaimana mempertahankanku....

maafkan aku yang tak kan pernah bisa lagi mendampinginya...


Ya Dzal Jalaali Wal Ikroom

…kuatkan hatiku atas hilangnya ia dari takdirku…”

-2 April -

“huuft..bego…dasar wanita..sudah pun diperlakukan begini..

masih juga tak bisa membencinya, kalo aku sih sudah benar-benar kutinggalkan”, batin Kiran kesal. Menutup buku tebal berdebu yang belum selesai dibacanya.

Sebuah buku harian lawas berwarna hitam klasik setebal tiga cm. Entah milik siapa, itu bukan tulisan ayah atau pun bundanya. Tiga hari yang lalu Ia menemukan buku itu di kardus gudang rumah. Pindahan rumah baru orang tuanya benar-benar menyita tenaga.

“ kiran..”,

sebuah suara lembut menyapanya, Kiran tersentak, lalu dengan tergesa-gesa ia memasukkan buku itu kebawah bantalnya, dan menoleh ke belakang, Kiran tersenyum,

“ eh..bunda..”,

seorang wanita anggun paruh baya menghampirinya.

“ Yuk..maem..ayah dah nungguin tuh dibawah, abis maem katanya mo nemenin ayah nonton bola..uuhhmm..apa itu tim favorit kalian..inter yah..” kata bunda, Kiran nyengir sambil mengangguk.

Wanita berjilbab itu mengelus rambut panjang Kiran. Kiran pun beranjak sambil melirik buku di bawah bantal yang menyumbul sedikit, ”mmmh..gak bakal keliatan deh” ,batinnya,

“ Yuk kebawah bun…”

Kiran mendahului bundanya dengan setengah berlari ke bawah. Dibawah, ayahnya sedang menunggu sembari membaca Koran bola favoritnya.

Bunda hendak beranjak dari tempat tidur Kiran, namun tiba-tiba tatapannya tertuju pada ujung buku dibawah bantal, mmh…seperti sesuatu yang dahulu sangat akrab dengannya.

Perlahan di raihnya, sang bunda pun terkejut,

“Astagfirullah!”, pekiknya terkejut melihat buku ditangannya.

Di baliknya buku itu lalu di dapatkannya sebuah nama yang dulu akrab di hidupnya,

……---SALSABILLA---….

tanpa sadar air matanya pun menetes.

“…buku harianku…”lirihnya,

* THE END*