Jumat, 25 Juni 2010

demi matahari dan sinarnya dipagi hari...

seorang wanita cantik mendongak ke atas seakan akan sedang bertatap dengan Tuhan.
dalam balutan mukena hijau sesekali tetes airmata jatuh selaksana mutiara,
tangan yang mengadah keatas memohon pengampunan,

"Ya Allah..
maafkan hamba yang hina ini...
maafkan hamba yang tak membuat nyaman hatinya,
maafkan hamba yang tak mengangkat beban pikirannya,
maafkan hamba yang tak berguna dihidupnya,
sungguh semua ini karna kesalahan hamba.
namun hamba memohon,
diri yang menjadi kenangan pahit baginya,
ingin memperbaiki diri.
ijinkan hamba menjadi wanita yang mampu mengerti suami hamba kelak,
ijinkan hamba menjadi permata yang layak untuk dicintai, layak untuk disayangi...
sungguh...."

Rabu, 23 Juni 2010

di atas metromini



Cia menatap keluar jendela bus.
ditengah derunya suara mesin dan klakson bus, wanita itu menikmati lamunannya. sebagai penghibur hati dan fisiknya yang kelelahan seharian bekerja.
selalu...wanita itu naik metromini berwarna hijau putih itu.

diluar terdengar suara mobil berlombaan dengan adzan magrib sayup-sayup dikejauhan.
dan bus yang ditumpanginya merayap diantara mobil dan manusia-manusia yang mencari celah untuk sekedar menyeberangi jalan.
semua ingin pulang kerumah, batinnya.
penat keringat dan sisa-sisa bau parfum tercium dihidungnya.
satu demi satu gedung-gedung besar menjulang angkuh dilewatinya.

"ramainya kota besar ini, sesaknya bus ini, dan aku benar-benar sendiri..."
Tuhan..tak boleh mengeluh memang, tapi aku sangat letih.
dddrt...dddrt..hapenya bergetar.hmm..sms dari kinasih, sahabat karibnya.

"LOVE IS RESPECT
Jika seseorang mengatakan bahwa dia mencintai Anda, tetapi kata-kata dan tindakannya tidak menghormati Anda sebagai pribadi yang baik dan mandiri, maka dia tidak betul-betul mencintai Anda. Mungkin dia ingin memiliki Anda, tetapi pasti bukan cinta.
CINTA ADALAH PEMUJAAN.
Maka bagaimana mungkin orang yang ...seharusnya memuja Anda – menyakiti Anda?

Be wise, this is your life."

Mario Teguh



.....
....
....

Cia membaca sms dari sahabatnya, yang katanya mengutip dari seseorang yang luar biasa.
dan untuk itulah Cia terdiam beberapa menit....

Tuhan tahu waktu yang tepat untuk menyentuh hatiku,

'Maka bagaimana mungkin orang yang ...seharusnya memuja Anda – menyakiti Anda?' kata-kata terakhir ini sungguh menyesak didadaku..

perasaan bersalahku telah menyakitinya.., hingga ia berani tegas tak mencintaiku...sikapku yang ternyata menyakitinya...

air mata wanita berlesung pipi itu jatuh...
cepat-cepat ia memalingkan wajahnya ke arah jendela, namun bibir tipis yang bergetar dengan hebat tak dapat membohongi siapapun yang berada duduk di dekatnya.untungnya mereka semua pura-pura tak tahu-atau memang tak mau tahu.

dan hidungnya mulai memerah menahan tangis.

ya..perjalanan pulang kerja kali ini sangat membuatnya rindu pada kekasih lama...

hati...
maafkan aku yang sempat tak menghargaimu..
...sungguh maafkan aku yang mencoba untuk "bersabar".
tak akan menyalahkannya..semua kesalahanku semata...

sungguh..
kukira sabarku kan berbuah kebaikan...
kuhormati diam priaku,
kuhargai privasi pribadi dan waktunya yang lebih banyak dipersembahkan tuk teman-temannya,
tak ada marahku lagi, tak ada manjaku lagi
menjadi pelayan hati yang sangat setia...

mencoba mencintai seseorang yang tak sempurna dengan cara yang indah agar keberadaannya menjadi sempurna...

Cia tersenyum menahan tangis dengan bibir bergetar hebat...
tangannya memegang dada, mencoba menarik nafas dalam-dalam.
" ...sesak Tuhan..."

tiba-tiba semuanya gelap..
Cia tertidur..

****

langit senja telah berubah perlahan menjadi kelam,
sayup sayup masih terdengar suara orang mengaji selepas shalat magrib,
Marcha terbangun...
pasti dia tertidur lg di dalam metromini ini...
saat itu waktunya pulang kerja, jejal manusia dalam bis bercampur baur bau keringat dan parfum.
hmm..aneh...knp ada air mata?
apa aku tadi menangis dalam tidur?

Dahi Marcha berkerut keheranan, segera dihapusnya air mata 'aneh' itu.
"huh..gak ada waktu untuk menangis..percuma jauh-jauh ke ibu kota masih saja menangisi si brengsek itu" air muka wanita itu berubah keras, terkesan egois.

'jakarta bukan tempat untuk perempuan cengeng seperti Cia, aku yang harus ambil alih...bersikap tegar menghadapi hidupnya...huh'


*****

bersambung...

Rabu, 16 Juni 2010

tAK siA-siA...



aku duduk didepan jendela berterali putih, dengan meja marmer kecil di depanku. hmm...diluar ada sebuah taman kecil yang hijau dan basah.
udara saat ini lum
ayan sejuk, tidak..tak kuhidupkan AC kamar, jendelanya justru kubuka hingga bau tanah basah menyeruak masuk dalam kamar ini.

bau favoritku..

hmm...gerimis baru saja mempercepat ritme lajunya, derasnya hujan diluar memperindah lamunanku. kunikmati titik-titik yang turun menghujam ketanah,sama nikmatnya seperti secangkir choco latte yang mengepul panas disamping buku harianku.

saat ini baru pukul 2 siang, namun langit jakarta sudah menyuguhkan kesejukkan dan keteduhan yang jarang ada.
dan disinilah aku, sudah 2 minggu menumpang dirumah pamanku yang nyaman. Alhamdulillah 2 bulan yang lalu omku dipindah tugaskan dari lampung ke jakarta selatan.
dan aku yakin, itu bukanlah suatu kebetulan semata...



disela suara hujan, kupasang mp3ku...

cahaya hati-opick...
"Allah Engkau dekat..penuh kasih sayang.....takkan.."

ah..sayup-sayup kuresapi kata demi kata yang mengalun sendu...

'jangan...jangan menangis Cia...jangan lagi..' kudengar suara dalam diri.

aku menarik nafas dalam-dalam, mmh..sungguh bau favoritku, bau tanah dan rumput basah yang segar. entah mengapa dan sejak kapan kusuka bau ini. mataku menatap dalam-dalam rumput hijau yang basah dengan indahnya, sembari menyandarkan tubuh dikursi putar.

ini juga lagu kesukaanya mas.
suatu ketika, pernah dia berkata padaku, "rasanya ingin menangis dengar lagu ini, entah kenapa jadi merasa keciil dihadapan Allah, dan betapa sayangnya Allah sama mas..sama Cia"
itu kata mas,dulu..saat mas masih berbagi cerita dan kisah denganku. aah..sudah..sudah...jadi teringat padanya, semakin merindunya. hampir tiga minggu kita tak bertegur sapa, ini kali pertamanya dalam 2 tahun terakhir.
masku..jagoanku...cintaku...

hujan kali ini lagi-lagi ku mengingat
mu,
perih yang kau tancapkan dihatiku berkelebat dibenak,
terkuak dan bernanah tuk kesekian kali,
sakit dan ketidakberdayaanku terputar tanpa ijin diingatanku, kembali pada bulan-bulan kau siksa aku dengan diammu.
terputar kembali saat akhir pertemuan dan pudarnya cinta dimatamu kala itu, sungguh sakit...

karna disaat yang bersamaan,
dalam terbentangnya jarak, kurawat cinta yang kau titip dihatiku,
semakin membesar dan membesar...


Astagfirullah...apa yang kupikirkan..
cepat-cepat ku alihkan ingatanku sesuatu yang menyenangkan...
mmhh..kali ini pada tawa dan senyummu...

ya mas, tawa dan senyummu saat bersama teman-tema
nmu kemarin itu. sama seperti saat berdua bersamaku dahulu.
dan aku merelakan cintaku hanya untuk melihatmu tertawa lepas setiap hari seperti itu.
kesedihanku yang berlipat seperti terkena mantera itu, tiba-tiba musnah entah kemana, begitu teringat betapa bahagianya mas sekarang,
lepas bebas tanpa beban dan bayang-bayangku,

Cia kembali menulis di buku hariannya,

"ya..
DNA cintaku perlahan lahan kupadamkan,
demi melihatmu tertawa dan tersenyum lagi seperti dulu..
jadi...berbahagialah mas, dengan melihatmu tersenyum tampan seperti itu, aku yakin pengorbananku tak sia-sia.."
Cia tersenyum...menaikkan lutut dan mendekapnya...


hujan semakin deras diluar sana...
cia tertunduk,bibirnya bergetar hebat,

menangis memeluk lututnya..
tak ada lagi yang dapat diandalkan kecuali dirinya sendiri.
menangis dalam hening kamar
dan paraunya suara hujan.
menghibur diri dan hati yang ternyata masih terluka...

Sabtu, 05 Juni 2010

WALKING AWAY...

cepatnya Tuhan memutar balikkan hidupku...
menempatkan ku pada dunia baru yang benar-benar perawan dihadapanku
bagiku...mungkin tidak bagimu..
Tuhan mengenalkan orang-orang baru dan menyuruhku berjalan maju...
Tuhan membuang orang-orang yang tak pernah bersyukur atas cinta dan pengorbananku...
jauh dari tubuhku...

ku yakin Tuhan tak kan lupa,
aku masih punya segumpal daging yang dengan itu aku membawa sesuatu itu kemanapun kupergi.. gumpalan daging itu bernama...

.. hati....

pasti kamu bisa tebak sesuatu itu bernama apa..

i called...


.....LOVE...


now..i just walking away....

Senin, 31 Mei 2010

langKah kaKi...


malam ini berangkat...

ya..aku..Marcha..
24 tahun...
memberanikan diri ke ibu kota..
membelah belantara metropolitan yang sama sekali tak kukenal..

ya..aku Marcha...
perempuan berjilbab...
cantik...single...
dan mandiri...

melangkahkan kaki dalam rencanaNya yang luar biasa...

Bismillahirahmaannirahiim....


kesini dulu...



















setelah itu kesini...


Sabtu, 29 Mei 2010

Marcha.....

"Cha...jangan terlalu kebawa perasaan lah, pake logika juga,

dia udah ngehancurin hati loe banget tapi kok loe masih sayang ma dia,

kaya' nggak punya harga diri aja"

sedikit tersentak Marcha membaca ulang balasan chatting dari teman cowoknya. suasana sepi di cafe itu semakin membuatnya merasa menjadi terdakwa. alunan musik jazzy ceria pun tak mampu menenangkan kegundahannya.

padahal pagi ini cerah, secerah hati Marcha tadi pagi hingga memutuskan menjadi pelanggan pertama yang datang di cafe langganannya ini. Tadi rencananya Marcha ingin menyusun beberapa skrip untuk novel terbarunya, sembari membuka facebook, ternyata Zaldi menyapanya via chat, sudah lama sekali mereka tak bertemu, mungkin ada 3 tahun, dan bergulirlah obrolan ringan mereka hingga pada topik satu itu, Marcha lalu mencurahkan isi hatinya pada sahabat waktu kuliahnya, juga sahabat Adam,kekasihnya...mantan kekasihnya.

,sadis memang,tapi ini realitanya,benar apa yang kau katakan Di.., batin wanita itu dengan wajah sedih, tertegun memandang layar notebooknya. secangkir capucinno panas masih mengepul panas disampingnya.

,ya...aneh..hati ini aneh.., gw kenapa sih!!, Marcha menggigit bibirnya, lalu membaca tulisan Zaldi lagi,

"maaf kalau kata-kata gw nyakitin hati lo, gw cuman gak mau lo terus nikmatiin rasa sedih, sementara dia aja sekarang udah gak mikirin elo Cha..."

;ah..iya..dia aja udah gak pernah mikirin gw pastinya, Marcha mengulum senyum, mulai menekan nekan tuts keyboard notebooknya.

"gpp kok Di...thanks dah diingetin. pasti Allah yg ngirim elu bwat shockterapi in gw....walo gw udah tau semua itu..semua atas ijin Allah.mungkin Allah mo kasih pelajaran bwat kami yg sempat tak bersyukur atas hubungan ini.justru menyalahgunakan rasa yg telah diberi sang Rabb, sekarang ada saat gw bs kuat dan tangguh menghadapi semua, namun ada kalanya gw diposisi sangat2 rapuh, gw seorang wanita Di..beda dengan Adam..yang bilang ini juga sakit untuk hatinya namun gw yakin tetap bisa tertawa...doain aja semoga dengan hidup gw yg baru..gw bisa terus tangguh dan menjadi kuat tanpa Adam..."

sent..

Zaldi membalas, " harus itu...! Adam aja bisa tanpa elo! pasti lo juga bisa tanpa Adam! ^_^ "

nyuuuut..., iya...dia aja bisa tanpaku..

Marcha tersenyum walau dengan setetes air mata yang jatuh, " iya Di..doain gw ya^^"

"yup..pasti :)"

tak lama Marcha menutup notebook kesayangannya, lalu menghabiskan capucinno yang sudah setengah dingin sampai habis, dan beranjak pergi dari cafe kesayangannya....


melanjutkan hidup di awal pagi yang indah...





maAFKan aku...

maafkan aku...
bukannya aku ingin menjadi munafik dengan semua yang kulakukan padamu,
hingga sempat menghancurkan sesuatu yang baru kita bangun,
namun karna masih dalamnya rasa yang menggelung riuh di dalam dada...

salahku memang dalam mengambil langkah, aku hanyalah wanita muslimah biasa yang ingin menjadi baik tanpa berniat ternilai tak baik...

maafkan aku...

bukannya mas tak ada arti lagi dimataku, seperti katamu malam itu..

namun justru karna masih bertahta di relung hati

aku tak sanggup walau hanya menjawab sapa pagi harimu...


maafkan aku mas...

bukan maksudku tuk menutup silaturahim antara kita,
namun ku tak kuasa menahan bulir air mata yang jatuh tiap ku bersua atau sekedar saling sapa..
telah terlalu dalam kau hadir menyapa perasaaanku...



sungguh...
maafkan diri yang sedang menata serpihan hati yang pecah...




cancan mash